Melihat Rania menjauh dan pergi, Saga pun lekas menyusul. Tak peduli pada Nara yang menuntut penjelasan darinya. "Sorry." Pria itu meminta maaf. Melihat wajah sedih Nara, ia sebenarnya ingin menjelaskan. Namun, pria itu juga perlu bicara pada Rania. Sudah lama ia berjuang sampai ada di titik ini. Rania yang dulu sangat cuek, dan terkesan tak peduli padanya, kini dua hari secara berturut-turut mencarinya di kantor. Hal itu membuatnya ingin tahu, dan memastikan sendiri, apa isi hati Rania? 'Apa dia masih mencintaiku? Kenapa dia terlihat sangat marah?' Langkah lebarnya bergerak cepat ke luar ruangan. Saat celingukan dan tak mendapati yang dicari, Saga pun mendekat ke arah meja Vita, sekretarisnya. Perempuan itu sontak berdiri memberi penghormatan pada bosnya seperti biasa. "Vit, kamu

