"Bu!" panggil asisten rumah tangga Rania, dengan nada berbisik. "Ya?" Rania menoleh. Ingin tahu apa yang diinginkan wanita itu. "Lihat di sana!" Wanita yang tengah mendekap Reynand itu mengarahkan telunjuk pada orang-orang di ujung ruangan. Tiga pria yang tampak serius bertanya pada semua orang. Rania melebarkan mata. Seketika rasa takut memenuhi hatinya. Takut tertangkap oleh orang-orang kiriman Banyu. Untung saja keberadaan orang itu berada di balik kaca, hingga ia bisa mengulur waktu. Tak membuang waktu lagi, Rania Segera mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang. "Halo, Pak Walikota. Sepertinya anak buah Banyu ada di Bandara." Setelah bicara lebih dari 20 detik dengan orang di ujung telepon, Rania segera bangkit dan meminta asistennya menggendong Reynand. Mereka harus pergi ke t

