Rania dan asistennya menghentikan langkah, kala melihat orang-orang berpakaian seragam keamanan datang pada orang-orang utusan Banyu. "Huft. Syukurlah. Bapak walikota bergerak cepat." Wanita yang mengenakan pantofel dan syal yang melilit di lehernya itu bernapas lega. Begitu juga asistennya yang mendengar fakta baru di depannya. "Ayo, Mbak kita masuk saja!" ajak Rania. Untung saja mereka sudah cek-in dan panggilan untuk penumpang telah datang di waktu yang sama. Di seberang ruangan yang dibatasi dinding kaca, salah satu orang suruhan Banyu menatap jauh kala dua orang membuatnya gagal fokus. Mereka berdua bergerak cepat dan terkesan sembunyi dan tergesa. Setelah memfokuskan pandangan, ia bisa tahu bahwa mereka ternyata adalah Rania, orang yang mereka cari. 's**l! Kenapa dia bisa bicar

