Bab 32

1377 Kata

Semenjak Byan datang tiga hari yang lalu, Kalila kembali seperti dulu, bawel, cerewet dan bagi Rayna, Kalila kembali menyebalkan dan merepotkan. Mey tercenung menatap Kalila yang sedang menikmati sop buah di depan rumahnya. “Si Byan ngomong apa?” tanya Mey. Sendok teh itu tertahan di mulut Kalila dan dia pun menoleh. “Ngomong apa?” “Si Byan bawa obat apa dari Jerman, kok lo bisa sembuh?” tanya Mey. Kalila menunjuk wajahnya sendiri, dia kemudian melepas sendok yang tertahan di mulutnya dan kembali menciduk buah apel dalam sop buah buatan ibunya Mey. “Gue nggak nanya sih obatnya apa, tapi rasanya enak,” ucap Kalila.  “Serius lo?” Mey memiringkan wajahnya.  Kalila mengangguk menegaskan.  “Boleh minta nggak?” goda Mey seraya menyikut Kalila.  “Nggak. Byan balik buat gue dan obat itu cum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN