Tut ... tut ... Tuuuutttt! Semua orang yang berdiri di depan ranjang Kalila seketika terkejut mendengar suara itu dari layar monitor. "Panggil Dokter!" titah sang ibunda. "Rayna!" "Iya, Bund." Rayna lekas berlari menemui Dokter. Tanpa mengetuk dia langsung menyeret pintu kaca ruangan Dokter Irwan. "Tolong adik saya," katanya terengah. "Kalila kenapa?" tanya Dokter Irwan seraya bangkit. "Dia ...." Suara Rayna tercekat kala melihat Dokter Irwan berlari meninggalkannya menuju kamar rawat Kalila. Rayna berjalan lesu mengikuti Dokter lima puluh tahun tersebut. Seminggu yang lalu Kalila mengalami kecelakaan sehari sebelum pernikahannya dengan Arsenio. Entah apa yang terjadi sekarang, meski Rayna tidak begitu suka dengan rencana pernikahan sang adik, namun, dia tetap menginginkan yang terbai
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


