Bab 21

2462 Kata

Setelah dari rumah Kalila, Arsenio membawa adik serta ibunya ke kediaman Arlon. Adiknya itu memang terlampau sibuk sampai-sampai tidak sempat untuk menjemput mereka di stasiun.  “Di mana?” tanya Arsenio lewat telepon.  [Aku masih di jalan] Arlon lupa kunci cadangan masih ada pada Kalila. [Kakak sekarang ada di mana?] “Aku juga masih di jalan, tapi sopir taksi bilang sebentar lagi sampai.” [Kalau begitu tunggu di depan apartemen saja] “Iya.” Arsenio memutuskan sambungan telepon. Dia menoleh ke belakang, ibu dan Gita melengut saling menyandarkan kepala. Taksi berhenti di depan gedung apartemen setelah membayar tarif taksi sesuai argo, mereka pun menunggu di resto lantai bawah apartemen tersebut.  “Kita tunggu di sini, Bu.” Arsenio menarik kursi dan mendaratkan bok*ngnya. “Kita sudah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN