Arlon tampak resah menunggu hasil tes DNA keluar, setelah semalam mendapat telepon dari Gala, pagi ini dia menunggu di depan ruangan sahabatnya itu. Gala masih sibuk dengan beberapa pasien. Sepertinya Arlon datang terlalu pagi. Dia duduk. Lalu bangkit lagi, begitu seterusnya. Waktu terasa benar-benar lama. Dia berjalan mendekati resepsionis. “Kira-kira dokter Gala selesai jam berapa?” Wanita dengan seragam khas rumah sakit itu melirik arloji di pergelangan tangannya. “Setengah jam lagi, mohon bapak menunggu.” Arlon kembali mengenyakkan b****g di kursi besi depan ruangan Gala. Tiba-tiba ponsel berdering, Arlon segera merogoh benda pipih itu dari saku celananya.Dia berdehem sebelum mengangkat telepon dari abangnya itu. “Halo.” [Kamu berangkat sepagi ini, tanpa pamit, mau ke mana?] ang

