Bab 23

2247 Kata

Kalila memekik sembari menutup mulut. Baru kali ini dia melihat kemarahan Arsenio yang menakutkan. Kalila mengedarkan pandangan dan menemukan Amira berdiri tak jauh dari tempatnya berada, Kalila langsung curiga kalau rahasia itu bocor dari mulut Amira.  “Bang, aku bisa jelaskan,” teriak Arlon setelah mendapat beberapa pukulan di perut. Dia tidak ingin durhaka dengan membalas pukulan kakaknya itu. “Bang, Kalila memang mantan pacarku, tapi aku sudah relakan dia untuk hidup denganmu,” tutur Arlon.  Arsenio masih tersulut emosi. Dia terus mendekat pada Arlon yang duduk tersungkur, menarik kerah baju adiknya itu dan kembali melayangkan tinju, hingga Arlon merasa sudut bibirnya terkoyak, dan mengucur darah segar.  Kalila terus menjerit sembari menutup mulutnya. “Mas, cukup!” “Bang, kita bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN