Romi seperti biasanya berlarian di rumah pacarnya seperti rumah sendiri, membuka seenaknya pintu kamar Samantha untuk kedua kalinya hari itu. Bedanya kali ini ia datang bersama dengan Lexie. "Bang~ Lexie bilang mau ke Ancol bareng sama kalian, yuk double date!!" ajaknya riang. Langsung berubah kaget melihat pemandangan mengerikan di depan matanya. Samantha berlumuran darah, dengan posisi berlutut di depan Lexus yang sedang menatap kosong ke wanita itu, menangis pula. Tangan yang menggenggam pistol gemetaran, digenggam oleh tangan Samantha yang malah tersenyum lega. Tak seperti reaksi normal orang yang tengah sekarat. "Bang lu nembak Kak Sam?" tanya Romi tak percaya, untungnya tidak b**o kali ini. Lexie yang tadinya di belakang punggung Romi terkejut mendengar kata-kata pacarnya, ia lan

