Romi menjatuhkan kepalanya di atas meja, sedangkan tangannya gatal menusuk-nusuk kepala Lexus yang duduk di depannya menggunakan ujung pensil. "Bang! Oi Bang Lexus~" panggilnya. Namun di abaikan begitu saja. Lexus terlalu serius mencatat apa yang yang tengah dijelaskan oleh guru di depan kelas. Bukan karena mendadak ia menjadi murid rajin. Hanya saja itu permintaan Lexie yang tak bisa masuk sekolah hari ini, permintaan yang pasti dituruti dengan senang hati. "Bang, Lexie kok jadi ikutan sering bolos sih? Kenapa juga lu mendadak jadi anak rajin? Padahal mah kemarin-kemarin, lu ke sekolah bawa pulpen aja gak pernah," tanya Romi lagi, mencolek-colek rambut Lexus menggunakan penggaris. Hingga akhirnya Lexus kehilangan kesabaran, berbalik menghadap ke belakang dan mematahkan penggaris itu d

