Andra menatap layar ponsel dengan mata yang kian memerah, pesan-pesannya untuk Ziva menguap tanpa jawaban. Dari sore hingga kini, jarum jam telah melewati pukul 21.00 WIB, namun kekasihnya masih tetap membisu. Ketika harap berubah menjadi keresahan, hatinya mulai diselimuti bayang-bayang kekhawatiran yang mencekam. Apakah Ziva benar-benar tenggelam dalam kesibukan yang membuat wanita itu lupa memberi kabar? Akhirnya, Andra mengirim pesan dan menghubungi Ibnu, rekannya sekaligus rekan kerja Ziva yang kini tengah menangani kasus bersama. Jika Ziva sedang dalam misi, pasti Ibnu tahu. Namun pesan-pesannya juga tenggelam tak terbalas, telepon tak terjawab sama sekali. Kekalutan menyiksa Andra, rasanya ingin sekali dia pergi meninggalkan rumah sakit dan mencari keberadaan kekasihnya itu. Semen

