Hampir ketauan!

1259 Kata
Radit menyodorkan sehelai tisu pada Elvira, ia kemudian mengambilnya. dan mengusap air matanya. “Sorry,” Elvira menatap heran Radit “Sorry? buat apa?” “Karena ulah kakak gue, lo harus menanggung semua akibatnya.” Elvira tersenyum tipis, “Ini bukan salah lo! Lagian, lo sebagai korban disini. yang gak tau apa-apa tapi harus ikut terseret dalam masalah ini. Tapi, lo gak usah khawatir. setelah dua tahun ini, lo bakalan bebas dari ikatan pernikahan ini.” Radit kemudian melanjutkan makannya. “Em, sudah berapa lama hubungan lo sama Nabila?” “Belum lama, baru beberapa hari.” “Oh,” “Kenapa? lo cemburu?” Elvira tertawa kecil, “Jangan bicara sembarangan! Kenapa gue harus cemburu?” Radit pun ikut tertawa melihat tawa Elvira. Tanpa sengaja, Elvira melihat sosok yang tidak asing untuk mereka melangkah masuk ke dalam restoran. “Agus?” ucap Elvira Seketika Radit pun terkejut, dan reflek ia menyembunyikan diri di bawah meja. Agus memperhatikan sekitar dan melihat Elvira yang tengah duduk sendirian pun menghampirinya. “Bu Elvira?” sapanya “H-hai?” Agus yang melihat ada dua piring diatas meja pun merasa penasaran, “Ibu lagi sama siapa?” tanya nya langsung “Oh, gak sama siapa-siapa. sendirian aja.” “Oya? trus piring itu?” “Itu.. Em, saya biasa makan dua porsi. kenapa?” “Em, ya gapapa sih!” Agus pun memperhatikan sekitar, “Kalau gitu, apa boleh saya duduk disini?” Elvira belum memberikan jawaban namun Agus langsung duduk begitu saja. sehingga membuat Radit yang tengah bersembunyi di bawah meja pun sedikit bergeser ke dekat Elvira. ‘Sial!!! Ngapain sih ni cunguk! gak tau gue lagi laper! ganggu aja!’ gerutu Radit dalam hati. “Oya Bu, ada yang ingin saya tanyain.” “Em, silahkan!” “Sebenarnya, Ibu punya hubungan apa sama Radit?” tanya Agus langsung Degh ‘Waduh kacau! Kenapa dia tiba-tiba nanyain itu?’ batin Radit “Em, memangnya kenapa?” tanya Elvira yang merasa aneh dengan pertanyaan Agus “Gapapa sih, cuman tadi pagi saya liat ibu ada di rumah Radit. trus sepertinya kalian tuh akrab banget.” ‘Mampus ketauan!’ batin Radit “Em, Hubungan kami memang dekat. Kebetulan saya adalah saudara jauh Radit. mungkin bisa dibilang semacam, emm.. Tantenya.” terang Elvira setelah berpikir sejenak. “Oh gitu ya, pantesan deket! Tapi Radit gak pernah cerita.” “Itu sengaja, karena saya tidak ingin mengganggu pembelajaran saat di kampus.” “Oh begitu,” ucap Agus meng-ohkan Agus menatap lekat Elvira, “Itu artinya, saya masih ada kesempatan untuk mendapatkan ibu dong?” Elvira merasa salah tingkah mendengar pengakuan blak-blakan agus. “Em, saya masih ada urusan! saya duluan ya, permisi!” Elvira kemudian melangkah pergi. “Bu Elvira itu bener-bener jodoh gue!” ucapnya. Agus pun melangkah pergi, setelah kepergian Agus, Radit pun mencoba untuk keluar dari bawah meja. Dugh Kepalanya terbentur meja “Aww!” pekiknya “Siall!! ini semua gara-gara si cunguk agus!” gerutunya. Radit pun memutuskan untuk pulang ke rumah. *** Setibanya di rumah, “Radit, kamu baru pulang?” tanya seorang pria paruh baya yang tengah duduk santai diatas sofa. “P-papa? Kenapa papa ada disini?”tanya Radit syok Papa mengerutkan dahinya, “Ko pertanyaan kamu kayak gitu? bukannya nanyain kabar papa malah nanya kenapa ada disini?” “Maaf,” “Kamu dari mana aja?” “Radit tadi habis dari…” “Kita habis pergi makan siang sama-sama pah!” potong Elvira yang tiba-tiba muncul di belakang Radit. “Wah, beneran?” “Iya pah, papa apa kabar?” tanya Elvira seraya menghampirinya. “Baik Nak! Kalian sendiri bagaimana kabarnya?” “Baik pah,” “Papa seneng banget liat kalian berdua bener-bener kompak.” Elvira dan Radit pun hanya melemparkan senyuman tipisnya. Mama pun datang membawakan minuman segar. “Mama seneng liat hubungan kalian yang adem ayem. tadinya, mama sedikit khawatir kalau kalian bakalan berantem.” ucap Mama seraya menyajikan minumannya. “Gak ko mah, aku dan El kita baik-baik aja.” Mama tersenyum senang mendengarnya, “Ngomong-ngomong, apa belum ada tanda-tanda apapun El?” tanya Mama penasaran “Tanda-tanda apa maksud mama?” “Pernikahan kalian sudah mau memasuki dua bulan, apa tidak ada tanda-tanda kalau mama akan segera menimang cucu?” Radit dan Elvira membulatkan kedua matanya karena terkejut mendengar ucapan mama. “B-belum mah, mungkin karena Radit pengen menunda dulu. soalnya Radit memang belum siap.” Terdengar suara helaan nafas kasar. “Padahal mama ingin sekali mendapatkan cucu.” ucap mama dengan raut wajah kecewa. “Em, mama gak usah khawatir. Radit akan berusaha sebaik mungkin.” Elvira mengerutkan dahinya, ‘Apa dia mengerti dengan yang dia katakan barusan?’ batin Elvira. Mama tersenyum, dan memegang pipi Radit. “Mama seneng banget karena punya seorang putra dan menantu yang paling baik.” Radit pun membalas senyumannya. “Oya, Papa sama mama mau menginap disini satu malam. dan besok kami akan melanjutkan perjalanan ke paris.” “Apa?” Radit dan Elvira terkejut. “Kenapa? Tidak boleh?” “B-boleh.” ucap Radit terbata-bata *** Malam hari pun menjelang, Tanpa sepengetahuan papa dan mama, Radit dan Elvira tidur di kamar yang terpisah. Namun di tengah malam, Mama terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Ia tidak sengaja melewati kamar Radit yang pintunya sedikit terbuka. “Aduh, mereka ini! Bagaimana jika ada yang melihat? ceroboh sekali!” gerutunya. Namun ketika hendak menutup pintu, Mama baru menyadari jika Radit hanya tidur sendirian. “Lho? Elvira kemana? kenapa Radit tidur sendirian?” Mama yang merasa aneh pun memutuskan untuk menemui sang suami. “Pah?” panggil Mama. Tanpa mama sadari, suaranya terdengar oleh Radit dan langsung membangunkannya. “Gawat!” gumamnya. Radit kemudian melangkah cepat dan hati-hati menuju ke kamar Elvira, Namun saat ia akan masuk, pintu kamarnya terkunci. “Aduh, gawat!” Radit mulai panik Ia kemudian melangkah masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya rapat-rapat. “Pah! Mama gak boong! beneran tadi mama liat Radit tidur sendirian!” terdengar suara dari luar yang membuat radit semakin panik. Ide gila pun muncul, Ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Elvira melalui jendela. Dan ide nya pun berhasil, sesuai perkiraan, jendela kamar Elvira tidak terkunci. dengan perlahan ia menyusup ke dalam kamar. “Gelap banget!” ucapnya pelan Radit perlahan mencari tempat tidur, tanpa sengaja ia menabrak kursi di depannya dan membuatnya terjatuh tepat diatas Elvira. “Aaaaaa!!” Elvira menjerit ketakutan Jeritannya terdengar oleh papa dan mama, yang langsung menggedor pintu kamar Elvira “Ada apa El kenapa kamu teriak?” tanya papa khawatir. Elvira mendorong keras tubuh Radit, dan menyalakan lampu kamarnya. “Lo ngapain di kamar gue?” bentak Elvira “Dengerin gue! tadi tuh gue…” “El? kamu gapapa?” ucap papa memotong perkataan Radit. Elvira pun membuka pintu kamarnya, “Kamu gapapa El?” tanya mama khawatir. Pandangan mereka pun beralih ke arah tempat tidur Elvira, terlihat Radit yang tengah berbaring di atas tempat tidur. “Lho, itu Radit?” ucap kaget papa yang langsung melihat mama. “Aneh? tapi beneran lho pah, tadi Radit tidur sendirian di kamar sebelah!” “Mungkin itu bantal guling mah.” ucap Radit “Masa sih?” ucap mamah heran “Ya udah mah! mungkin mama kecapean dan butuh istirahat. mendingan kita sekarang istirahat, dan jangan ganggu mereka.” “Tapi pah..” “udah, ayok!” papa pun langsung merangkul mama pergi dari sana. Elvira kemudian menutup pintunya, Ia melipat kedua tangannya di dadanya seraya menatap tajam ke arah Radit. “Paan?” tanya radit yang merasa tidak enak dengan tatapan Elvira.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN