"Ngapain sih papa ketemu dua orang itu? Gak kapok nanti kena tipu terus?!" Marahnya Alfarezi tidaklah main-main pada Erik saat ini. Setelah Cantika dan papanya pergi, Alfarezi langsung menemui papanya tuk menanyakan kejelasan kedatangan dua orang itu. Benar-benar Alfarezi tidak tenang saat ada di dapur meski Ayana selalu mencoba untuk menenangkannya. Beruntungnya ia tidak sampai kelepasan akibat emosinya yang tak tertahankan. Erik menghela nafas panjang, mengusap wajahnya kasar. Ia serba salah sekarang ini. "Begini, Alfa. Dia memang pernah tipu papa, tapi dia teman baik papa." Akunya, mengatakan dua hal yang sangat berbeda. "Papa juga gak tahu kalau dia akan mengatakan hal seperti itu. Itu diluar kuasa papa." "Mulai dari sekarang Alfa meminta sama papa buat jangan ketemu mereka lagi. S

