Doa buruk dari Cantika ditepis, kini waktunya bersenang-senang menjemput kebahagiaan bersama sebagai sepasangan suami-istri yang baru. Alfarezi dan Ayana memasuki ruangan pengantin yang sudah disediakan hotel tempat mereka menggelar pernikahan. Kamar hotel mereka yang luas sudah tata sedemikian rupa bagusnya, ada handuk angsa di tengahnya dengan taburan kelopak bunga mawar dimana-mana. Ayana senang dengan tatanan kamar pengantin mereka, meski simple tapi kesannya sangat mewah. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari ranjang itu. Sebuah tangan masuk melingkari pinggangnya, dagu ditumpukan di bahunya, Alfarezi memeluk istrinya dari belakang. Ia sengaja memiringkan kepalanya sehingga hembusan napasnya menerpa kulit leher jenjang istrinya. "Geli, Alfa..." Ayana menghentikan perbuatan j

