"Maaf, Bu. Tujuannya kemana ya?" Tanya sopir taksi yang membawa Ayana pergi dari rumah sakit. Ayana masih menangis sesegukan kecil dan sopir yang membawanya sangatlah mengerti perasaannya. Sopir itu membiarkan Ayana mengeluarkan semua tangisnya, bahkan keluh kesahnya. Meski sopir itu tidak mengenal siapa yang dimaksud Ayana, tapi dia bisa mengerti kalau sekarang Ayana sedang patah hati. Dan ketika Ayana sudah cukup tenang, baru ia bisa berani mempertanyakan tujuan Ayana mau dibawa kemana. Mereka tidak pergi terlalu jauh karena Ayana menyuruh sopir itu berhenti di kejauhan seratus meter dari rumah sakit. Mereka menepi dan mungkin sudah 30 menitan lamanya. Mungkin pula Alfarezi sudah sampai rumah mengejar Ayana. Ayana menghapus air matanya yang kembali mengalir, pula dengan ingusnya ya

