"I just can't get you out of my heart" ***** Dominick merasakan perasaan aneh yang menyelimutinya ketika ia mengulum dan menyesap bibir Raiki. Harusnya ia memang merindu, namun kali ini amat berbeda. Raiki semakin meremat rambut belakang Dominick ketika lelaki itu berniat melepaskan pagutan mereka, kemudian menekan kedua belah bibir yang tak seharusnya bersama itu kuat-kuat. Dominick mengernyit dalam pejamannya, ia menangkup wajah Raiki, membingkai paras yang selama sepuluh tahun terakhir sudah ada didalam hatinya. Tetapi ada wajah lain yang samar - samar harus membuatnya sungguh melepas ciuman mereka. Raiki hendak kembali menempatkan bibirnya diatas bibir Dominick yang terengah, dengan cepat lelaki itu menghindarinya. "Sudah, Mom akan mencari kita nanti." Tatapan itu teduh namu

