"Kenapa mencintaimu harus sesakit ini" - Atha - ***** Dominick menatap lurus kedepan. Ia terus memberikan tatapan kebencian. Semua orang yang berada di sana terdiam atas tindakan Dominick. Siapa yang menduga bahwa suara tembakan dari sebuah pistol yang dibawa oleh Dominick hanyalah gertakan saja. Dia tidak benar - benar ingin menembak kepalanya, ataupun kepala sang ayah. Dominick hanya ingin melihat reaksi apa yang di perlihatkan sang ayah, tapi semua sudah terjawab. Apa yang di pikirkan Dominick memang benar adanya. Sang ayah tidak akan mencegahnya, melakukan tindakan bodoh seperti yang dulu kakaknya perbuat. Kini Dominick tahu, tidak akan ada harapan baginya untuk bisa menjalani hidup seperti yang dia mau. Karena sang ayah akan terus menjadi bayangan yang mengikuti kemanapun Domini

