Dengan perasaan yang lega, Thalia mengikuti Rayhan menuju mobilnya. Senyum di bibirnya hampir saja selalu terbit jika ia tak menahannya habis-habisan. Ia masih bingung mengapa pria yang kini membukakan pintu untuknya saat ini sudah membuat perasaannya naik turun. “Mau makan dulu?” tawar Rayhan yang sudah duduk di depan kemudi. Thalia menggeleng sambil tersenyum tipis. “Saya kan belum mandi, Pak.” Gadis itu menunduk menyembunyikan wajahnya. “Gak usah mandi juga cantik. Apalagi senyum-senyum terus gitu. Suka deh liatnya. Kalau tadi pagi sih, kusut banget.” Perkataan Rayhan barusan langsung dihadiahi pelototan dari Thalia. Namun, pria itu malah tersenyum sangat lebar. Tunggu, tapi apa Rayhan punya indera ke tujuh sampai tahu Thalia terus tersenyum semenjak tahu Intan bersama Reynard? “Se

