Ranjang yang terasa bergoyang, memaksa kedua mata Amel yang tadinya tertutup sempurna kembali terbuka. Amel membalikkan tubuhnya, mendapati Raka yang telah berada disana. Raka duduk menyandar pada dinding ranjang, wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu. “Kamu udah pulang, mas?” Raka menoleh pada Amel, dia bahkan tidak menyadari jika istrinya sedari tadi tengah menatapnya. Lelaki itu mencoba tersenyum tipis. “Iya, sayang. Maaf ya, mas nggak ngabarin kamu.” Ujarnya lirih. Amel seperti menyadari ada yang berbeda dari suaminya, Raka tampak terlihat sangat lelah dimatanya. Perlahan Amel bangkit dari tidurnya, ikut menyandarkan dirinya di dinding ranjang. Mendekatkan dirinya pada Raka. “Mas nggak apa-apa? Terjadi sesuatu?” tanya Amel lembut. Raka menatap wajah istrinya lama, merasakan p

