Mala menarik napas panjangnya, sebelum melangkahkan kakinya mendekati Leo yang tengah bergabung di meja makan bersama Andi dan Amel. Wanita itu masih canggung jika harus berada dalam jarak yang dekat dengan istri pertama Raka. “Pagi.” sapa Mala canggung. Amel menoleh sekilas, kemudian mengangguk kecil dan kembali sibuk dengan pekerjaannya untuk menyiapkan sarapan pagi. “Tidur kamu nyenyak?” tanya Mala pada Leo. “Heum,” jawab Leo ringan, lalu melirik Andi yang tersenyum pada mereka. “Bunda, Andi panggil Leo abang, loh!” ujar Leo dengan senyum lebarnya. “Abang?” tanya Mala tak percaya, “Kok kamu dipanggil abang?” cibir Mala. Leo menatap datar Ibunya, “Ya kan Leo lebih tua dari Andi. Bunda udah pikun, ih!” “Ish!” Amel tersenyum kecil mendengar perdebatan yang terjadi pada Ibu dan anak

