Empat Belas

1061 Kata

Leo menekuk kesal wajahnya, menatap Mala yang tampak berjalan santai kearahnya. Leo berdiri tegak di depan sekolahnya untuk menunggu jemputan sang Bunda. “Kenapa? Bunda sama sekali nggak terlambat jemput kamu.” ujar Mala sembari mengarahkan arlojinya di depan Leo. Namun Leo sama sekali tidak bergeming, Leo masih mempertahankan ekspresi kesalnya yang membuat Mala mengernyit bingung. “Hei, kamu kenapa?” Leo menatap Mala dengan kedua pipi menggembung, “Kenapa Papa nggak pernah datang lagi, Bun?” Wajah Mala berubah seketika, ucapan itu kembali mengingatkannya pada lelaki yang memang telah beberapa hari ini bagaikan hilang di bawa angin. Padahal, lelaki itu baru saja dengan sungguh-sungguh melamar dirinya. Mala juga merasa kecewa padanya, bukan hanya karena sikap tidak bertanggung jawabny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN