Drrtt drtt .. Ponsel milik Arga yang tergeletak di atas meja kecil di samping tempat tidur terus bergetar dan berbunyi. Alina langsung bangun dari tidur cantiknya kala mendengar suara berisik ponsel Arga yang cukup mengganggu tidur lelapnya. “Nghhh Arga .. Angkat teleponnya ..,” racau Alina yang masih enggan membuka matanya. “Kamu angkat aja, yang ..,” racau Arga yang juga masih enggan membuka matanya. Dengan ogah-ogahan, akhirnya Alina yang bangun dan mengangkat telepon. Ada satu panggilan masuk, dari nomor tak dikenal. Alina mengerutkan dahi. Siapa sih pagi-pagi gini nelepon? Ganggu orang tidur saja. “Halo?” kata Alina. “Bang! Udah di bandara?” Ah, ternyata Lia, adiknya Arga. “Lia? Kamu ganti nomor?” tanya Alina dengan nyawa yang masih separo. Yang separo masih tertinggal di alam

