Sinar matahari pagi yang terik menembus melalui celah jendela kaca. Sinarnya begitu hangat sampai membuat Arga terbangun dari mimpi indahnya. Begitu bangun, Arga langsung mengayunkan tangannya ke sampingnya, berniat ingin memeluk Alina dan kembali ke alam mimpi lagi. Tapi ternyata Alina sudah tak ada di samping Arga. Arga langsung bangun dari ranjangnya dan mencari di mana istri tercintanya itu. Ternyata Alina lagi di kamar mandi, muntah-muntah. Kalau sudah melihat Alina muntah-muntah alias morning sickness seperti ini, Arga cuman bisa menenangkan Alina sambil mengerutkan dahi. Pasti rasanya tidak enak kalau harus mual dan pusing terus setiap pagi. Seandainya bisa, Arga rela menggantikan morning sickness nya Alina. “Mau aku buatin teh anget?” tanya Arga sembari mengelus punggung Alina.

