Sore ini sepulang kerja, tanpa basa-basi, Arga langsung ke ruangan Marshall. Menjelaskan sebisa mungkin kalau bukan Arga yang men-delete file power point nya. Untung ada Eras dan Widia yang ikut membantu, sekalian jadi saksi. Ada bukti juga dari rekaman CCTV. Setelah mendengarkan pengakuan ketiganya, Marshall langsung naik darah. Berdoa saja supaya darah tingginya tidak kumat. Marshall langsung menelepon Arifin dan Shenina. Kalau Arifin, karena masih satu kantor, langsung datang saat itu juga. Untung Arifin belum balik. Begitu masuk ruangan Marshall, Arifin langsung dibombardir beribu pertanyaan. Meskipun awalnya tak ngaku, tapi akhirnya Arifin ngaku juga. “Dibayar berapa lo sama adik gue?” tanya Marshall dengan kesabaran yang hampir habis. “Maaf .. Gue sama sekali nggak bermaksud ..,”

