Alina terbangun begitu merasakan sinar matahari yang hangat menyentuh kulitnya. Hangatnya sinar matahari langsung membangunkan Alina dari mimpi indahnya. Sekarang setiap bangun tidur, Alina pasti akan langsung dihadapkan sama wajah ganteng dan senyuman manis suaminya. Ya, siapa lagi kalau bukan Arga Pranadipa. Arga mencium dahi Alina, “Pagi.” Alina tersenyum, “Pagi juga .. Sejak kapan kamu bangun?” “Kayaknya sekitar satu jam yang lalu.” “Kok pagi amat?” “Aku barusan izin ke Marshall, aku nggak masuk kerja hari ini.” Mata Alina membulat, “Hah?! Kenapa? Kamu sakit?” “Cuman pegel aja kok. Minum tolak linu dua saset juga paling langsung ilang sakitnya.” Alina terdiam sejenak sebelum kembali bicara, “Kamu pasti capek kerja ya?” Arga menghela napas, “Iya .. Kalo capek sih pasti. Namanya

