Chapter 30 - Si Pembuat Masalah

1860 Kata

Begitu kelar nguping perkelahian Marshall dan Shenina, baik Eras dan Arga jadi sama-sama bungkam. Terdiam dengan dunianya masing-masing. Bagaimana bisa Shenina kenal dengan Marshall? “Dari mana?” tanya Eras pada Widia yang baru saja balik dari Starbucks membawa segelas kopi cappuccino dan croissant keju. “Dari Starbucks, beli kopi.” Widia terdiam sejenak memperhatikan wajah Eras dan Arga bergantian. “Lo pada kenapa dah? Kok mukanya kayak gitu? Macam abis liat setan,” tanya Widia heran. “Lo kenal nggak siapa cewek yang suka dateng ke kantornya Marshall?” tanya Arga to the point. “Cewek yang mana? Yang suka mampir ke kantornya dia kan banyak,” kata Widia begitu selesai menyeruput kopi cappuccino nya. “Yang tinggi, mancung, rambutnya sepundak. Mukanya ala-ala bule gitu,” kata Eras. “Ah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN