Sinar matahari pagi yang cahayanya tembus melalui jendela kaca menyinari wajah Alina, membuat Alina terbangun. Begitu membuka matanya, Alina mendapati Arga sedang tersenyum sembari menatapi wajahnya. “Selamat pagi, Alina sayang,” kata Arga. Alina tersenyum, “Pagi. Sejak kapan kamu bangun?” “Sepuluh menit yang lalu. Aku nggak tega bangunin kamu, abis kayaknya kamu nyenyak banget tidurnya.” “Iya. Aku capek banget soalnya. Badan aku pada pegel semua.” Arga menyeringai, “Gara-gara semalem, ya? Badan kamu jadi pegel-pegel semua?” “Kayaknya iya,” jawab Alina malu-malu. “Bangun yuk. Sarapan dulu. Abis itu aku pijitin badan kamu.” Alina mengangkat satu alisnya, “Emangnya kamu bisa mijit?” “Bisa dong. Dulu waktu aku masih kecil, setiap bapak abis pulang kerja dia pasti minta dipijit sama a

