Chapter 3 - Memaksa

1134 Kata
Kinan berusaha menyamankan dirinya sendiri, mengusap setiap inchi kulitnya agar bersih karena sudah seharian bergelut dengan urusan ayahnya dirumah sakit. Dia menaikan kaki ke bibir bathup, lalu mengusapnya perlahan agar kakinya juga bersih. Didalam bathup kaki nya terendam air, mustahil akan bersih jika tidak dinaikan ke atas bukan?Kinan bernyanyi kecil sambil terus saja melanjutkan aktifitas mamndinya, memang sudah  menjadi kebiasannya ketika mandi. Namun hal ini sungguh menggoda penglihatan Harry. Dia semakin hanyut dalam angan-angan liarnya sendiri. Harry sekuat tenaga menahan dirinya sendiri untuk tak terburu-buru menerkam gadis dihadapannya itu. Mata Harry benar-benar tak dapat berpaling saat melihat Kinan menyurut air dari dalam bathup dan menyiramkan air dari shower ke seluruh tubuhnya, tubuhnya sangat menggoda, tubuh sintal yang akan dia peluk sepanjang hari. Air mengalir dari kepala nya, membuat rambut basahnya mengalirkan air menganak sungai disekitar pelipis dan pipinya. Bibirnya sedikit membuka mencari udara karena penafasannya terhalang air shower. Ntah mengapa, pemandangan ini terasa begitu menggoda bagi Harry. Membuat pikirannya bergerak bebas begitu liar membayangkan dirinya menyatukan tubuh dengan Kinan. Kinan menoleh kearah Harry yang sedang memandangnya sambil mengelus-elus juniornya sendiri. Ini bukan kali pertamanya melihat milik laki-laki. Dia sudah sering melihat milik Niel, kekasihnya. Tapi kali ini dia melihat milik orang lain, laki-laki yang akan membeli seluruh hidupnya. Membuatnya sedikit merasa aneh. “Ada yang salah denganku?” Tanya Kinan pada Harry yang masih saja memandanginya. “Cepat selesaikan saja mandimu, jangan terlalu lama menyiksaku.” Harry kemudian berdiri, melangkah menuju sisi wardrope. Harry benar-benar  tidak  sungkan dengan adanya Kinan didalam ruangan itu, dia melenggang santai tanpa sehelai kainpun menutupi tubuhnya. Namun,  tampak seksi dengan p****t kencang dan otot yang sedikit membentuk dibagian perut dan bawahnya. Kinan menelan ludah, bahkan pria ini terlihat lebih seksi daripada Neil. Tangan Harry mengambil dua helai handuk berwarna putih lalu berjalan menuju Kinan. Kinan sudah berdiri didalam bathup. Dia kebingungan karena tidak ada handuk disekitarnya. “Pakai ini untuk rambutmu.” Harry memberikan satu handuk sedang pada Kinan. Kinan menerima handuk dari Harry lalu membungkukan badannya membuat d**a kencangnya bergelayutan manja ditubuhnya. Haryy segera merentangkan handuk lainnya dan mengusapkannya ke badan Kinan agar air segera hilang dari permukaan kulit gadis cantik itu. Begitu  mulus, begitu indah, membuat Harry menelan ludahnya sendiri berkali-kali.  “Aku akan mengeringkan tubuhku sendiri, maaf aku sedikit risih seperti ini.” Kinan meraih handuk dari tangan Harry, namun pria itu tak membiarkan nya melakukan itu sendiri. Raut muka Harry terlihat sangat menikmati sentuhan tangannya terhadap tubuh Kinan. Dia mengusap pelan punggung gadis itu, menyingkirkan handuk kepala Kinan yang menggantung kebelakang sampai menutupi punggungnya. Bau sabun yang Kinan pakai menelusup ke indra penciuman Harry, membuat dirinya hilang pertahanan kali ini. Pria itu mengusap lembut badan bagian belakang gadis itu, sangat mulus dan kencang, memukau mata Harry. Harry meremasnya gemas. Membuat Kinan terkejut. “Ahhh!!” Kinan mengalihkakn pandangannya kebelakang. Telihat Harry tersenyum genit kearahnya. “Kamu sangat menggemaskan sayang..” Kinan tersenyum kecut. “Aku lapar, Pak.” Harry memasang muka masam kali ini, da harus lebiih sabar menunggu gadis ini. “Oke, aku akan suruh maid mengantar makanan kesini.” Kata Harry sembari melanjutkan kegiatannya mengusap kulit mulus Kinan dengan handuk ditangannya. Kinan berusaha menikmati semua sentuhan Harry tanpa memikirkan lagi kesusahan yang dia hadapi. Dia hanya ingin menikmati hidup, untuk apa hidup jika memang tak bisa mendapatkan kenikmatan bukan? Tidak percuma dia menjaga keperawanannya selama ini jika pada akhirnya dia dapat mendapatkan kebahagiaan dari pengusaha seperti Harry. Tak masalah walapun dengan jalan menjual tubuhnya. itu juga sama saja, toh Harry akan menikahinya bukan. Harry beralih ketubuh bagian depan milik Kinan. Bagian yang membuat jakunnya naik turun berulang kali. Namun dia harus memberi gadis ini makan dulu, agar Kinan punya tenaga untuk bercinta dengannya. “Angkat tanganmu!” perintah Harry pada Kinan, gadis itu seketika menurut pada perintah Harry. Kinan mengangkat kedua tangannya keatas. Memperlihatkan ketiaknya yang mulus dan bersih. Harry kemudian tepana melihat d**a Kinan yang seketika juga terangkat keatas mengikuti geraakan tangan. Junior kembali mengedut, menggeliat memprotes agar cepat dimasukan kedalam sarangnya. Mata Harry begitu liat menelanjangi seluruh tubuh gadis dihadapannya itu. “Pakai lingerie disana, aku akan menyuruh maid datang sekarang.” Kinan hanya menganguk dan melakukan perintah Harry. Harry menyudahi aktifitasnya menghanduki Kinan. Dia memakai boxernya kembali. Lalu melangkah, beralih ketelpon diatas nakas, menekan nomor ekstenstion rumah dan meminta seseorang disana membawa beberapa menu makanan kedalam kamar. Setelah semua yang dia mau tersampaikan dia segera menutup telpon, melangkah menuju sisi dimana Kinan berdiri. “Jadi, kamu benar-benar akan menjadi milikku mulai malam ini Kinan.” Harry memeluk Kinan dari belakang melingkarkan tangannya ke perut rata Kinan. “Aku sudah dibeli. Aku akan menuruti apa maumu, Pak.” Kinan pasrah, membangun kebahagiaannya sendiri jauh lebih baik sekarang dari pada sekedar meratapi nasib. “Jangan memanggilku Bapak, Kinan. Aku belum setua itu bukan.” Harry mencium bahu Kinan. “Hmm… oke, Sayang.” Kinan menikmati sensasi kecil diperutnya. Sentuhan Harry mirip dengan sentuhan Neil. Membuat Kinan dengan mudah jatuh dalam pelukannya. ‘Kinan, kamu tetap akan bisa menikmati semua ini nantinya. Percuma kamu menolak, tidak ada yang dapat membantumu.” Begitulah bisik hati Kinan. Tok! Tok! Tok! “Makanan mu datang, Sayang. Aku akan mengambilnya tunggu disini.” Harry menepuk kursi untuk diduduki Kinan. Dari luar Nampak seorang maid yang berusia mungkin sebaya dengan Kinan sedang mengantarkan makanan. Pakaiannya seksi untuk ukuran maid, wajahnya juga lumayan cantik. Maid itu mengedarkan pandangan kedalam kamar utama lalu menyerahkan Nampak berisi makanan kepada tuannya. Harry mengambil namoan itu lalu segera menyuruh maid tadi untuk segera pergi. “Ini, makanlah dahulu.” Kata harry sambil menyerahkan makanan pada Kinan. “Terima kasih. Untukmu?” Hanya satu nampan yang dibawaoleh Harry yang artinya itu hanya untuknya. “Aku ingin makan dari piring dan sendokmu.” Jawab Harry singkat lalu menggeser tempat dudu kedekat Kinan. Tangannya dilipat diatas meja makan, senyum mengembang dibibirnya. Raut wajahnya mengharap suapan dari tangan Kinan. Mirip sekali dengan anak kecil yang menunggusuapan dari mamanya. Berapa sebenarnya umur laki-laki ini? Kinan menggelengkan kepala. Kinan sama sekali tidak berniat untuk menyuapi Harry, risih baginya berbagi makanan dengan sendok yang sama. Dengan nikmat Kinan melahap satengah isi piringnya, sedangkan Harry hanya dapat menunggu suapan tanpa kepastian kapan dia akan mendapatkannya. Kinan meletakan sendok dan garpu dengan posisi tersilang tanda dia sudah selesai. Sekarang Kinan memakan anggur hijau yang ada dipiring selanjutnya sebagai pencuci mulutnya. “Jadi kamu tidak akan berbagi makanan denganku, Kinan?” Tanya Harry selanjutnya. “Aku tidak terbiasa berbagi alat makan dengan orang lain, Sayang..” Kinan mengalihkan pandangannya pada Harry sambil memasukan anggur edalam mulutnya. “Kalau begitu aku sendiri yang akan mengambilna dari mulutmu.” Pria itu berdiri lalu memegang dagu Kinan sehingga kepalanya mendongak keatas. Secepat kilat Harry mencium dan melesakkan lidahnya masuk kedalam mulut Kinan, mengambil anggur yang baru saja digigit oleh Kinan. Mata Kinan melebar tidak percaya dengan perlakuan Harry padanya saat ini, namun Kinan tak mampu mempertahankan. Makanan itu sudah berpindah kemulut Harry sekarang, pria itu melepaskan ciuman di bibir Kinan lalu kembali duduk dan tersenyum lebar. “Jika tidak bisa diminta secara baik-baik, maka aku akan merebut semua yang seharusnya jadi milikku. Termasuk kamu, Kinan.” Pria itu bersedekap sambil tersenyum memandang Kinan yang sekarang diam tanpa kata. Tak tahu lagi apa yang akan dia katakan sekarang. Harry benar-benar keras kepala. Banyak makna yang tersirat dari perkataan yang dia ucapkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN