"Ken, Angel lapar." Ken mengerang. Angel sukses membuatnya kembali terjaga. "Bisa tunggu sampe besok kagak?" Ken menguap. Angel menggeleng. "Kan tadi lu udah makan." Ken memijit pangkal hidungnya. Sungguh, Angel benar-benar menguji kesabarannya. Untung sayang. Ken mendesah. Duduk tergesa, melupakan kepala Angel yang masih setia didadanya. Angel terpekik kaget. Gerakan Ken yang tiba-tiba membuatnya sedikit terguling. Angel mengusap pelipisnya, membetulkan poninya yang sedikit berantakan. Menghiraukan Angel yang meringis, Ken memencet tombol-tombol angka di pesawat telepon yang terletak di nakas. Menghubungi pegawai cafe penginapan berniat memesan makanan. "Lu gembul banget sih." Sungut Ken setelah memutuskan sambungan teleponnya. "Pantasan pipi lu chubby terus." Ken mencubit pipi An

