"Ken udah ingat Angel?" Tanya Angel harap-harap cemas. Matanya menatap Ken penuh harap. Ken mengernyit. "Maksud lu?" "Tadi manggil Angel Rabbit kan?" Ken menggeleng cepat. "Kagak. Lu salah denger kali." Dalam hati Ken mengumpat. Kenapa panggilan khusus Angel sampai terlepas dari mulutnya. "Tapi Angel denger tadi kalo Ken..." "Gue kagak bilang Rabbit." Ken bersikeras. "Gue cuman nyuruh lu mandi tadi." Angel menggeleng. Dia yakin pendengarannya tidak salah. Ken tadi memanggilnya Rabbit. Angel menggigit bibir. Mata amber itu berkaca-kaca. Ken membuang muka melihatnya. Pemuda itu terus merutuki mengapa dia sampai keceplosan. Ken mendesah, meremas rambutnya kasar. Sungguh, membuat Angel bersedih bukanlah keinginannya. Menyakiti Angel sama saja dengan menyakiti dirinya sendiri. Tapi untu

