Ken masih menatap wajah polos yang tertidur pulas itu. Sungguh, dia sangat mengantuk. Tapi entah kenapa matanya tidak bisa terpejam. Yang dilakukannya semalaman hanyalah memandangi wajah Angel yang terlelap. Betapa rindunya dia pada pemilik wajah ini. Ken tak henti-hentinya bersyukur. Ternyata Tuhan sangat menyayanginya. Tuhan sudah mengembalikan gadis yang dicintainya. Ken membelai pipi bakpao itu lembut. Ken terkekeh tanpa suara. Angel-nya tak berubah sedikitpun. Masih menggemaskan seperti terakhir kali mereka bersama dua tahun yang lalu. Ken menghembuskan napas pelan. Beruntung semua memorinya selama dua tahun ini tidak lenyap seperti kebanyakan kasus amnesia lain. Dia masih mengingat dengan jelas bagaimana marahnya Angel saat dia menyebut nama Rasya. Ken tertawa kecil mengingat k

