Ken mengepal. Rahangnya mengeras dengan wajah memerah. Fvck, Erwin! I'll kill you, bastard! Flashback "Angel hilang?" Kedua alis Ken menyatu membentuk kerutan tajam. Karena setahunya Angel tidak hilang. Angel sedang bersamanya sekarang. Gadis itu sedang mengoleskan minyak pijat yang tadi diberikannya pada mata kakinya yang sakit. "Kita semua udah nyari kemana-mana tapi tetap nggak ketemu." Jesen terdengar berapi-api. "Pak satpam yang tadi disuruh papi buat nyari Angel kesekeliling juga belum balik. Berarti mereka juga belum nemuin Angel." Ken mengusap tengkuknya. Mata birunya mengawasi Angel yang sesekali meringis. Gadis itu masih memijat kakinya. "Ken-aro, kamu masih disitu kan?" "Iya, bang." Ken mendekati Angel, duduk di depan gadis itu. "Udah dulu ya. Nanti Ken telpon balik."

