"Maaf, mister. Tapi kamar kosong sudah habis." "Sudah habis?" Ken membeo. Seketika pikirannya kosong. Angel melongo. Kalau kamar kosong sudah tidak ada lagi, lalu dia akan tidur dimana malam ini. Sementara penginapan ini adalah satu-satunya di sini. "Ken..." Angel menarik ujung jaket yang dikenakan Ken, membuat pemuda itu menatapnya. "Angel nggak mau tidur di jalanan." Angel menggeleng. Bibir mungilnya mencebik. Ken menghembuskan napas berat. "Beneran nggak ada kamar kosong lagi, pak?" Tanya Ken sekali pada resepsionis untuk memastikan. Siapa tahu pria di depannya ini salah. "Coba cek sekali lagi." Pinta Ken memelas. "Saya sudah cek berulang kali, mister. Hasilnya sama, semua kamar penuh." "Okay thanks. Sorry for disturbing you." Ken tersenyum tipis pada resepsionis sebelum mening

