"Permisi, Nona," ucap Esti tanpa mengetuk pintu karena terbuka. Rinjani yang tengah asik dengan setumpuk kertas di hadapannya, langsung mendongak. "Ya, ada apa?" "Ada seseorang yang mencari Anda," jawab Esti. 'Siapa? Tidak mungkin Bastian,' ucap Rinjani dalam hati. "Suruh saja dia masuk!" titah Rinjani pada akhirnya. Esti mengangguk, meninggalkan ruangan Rinjani. Tak lama, ia pun kembali dengan seseorang. Istri Bastian lalu berdiri. "Galih ...?" "Maaf kalau mengganggu waktu Anda, Nona," ucap Galih sopan. "Tidak. Ada apa?" tanya Rinjani dengan tatapan waspada. "Saya disuruh Tuan Bastian untuk memberikan kunci mobil ini. Beliau ingin Anda tidak lagi menggunakan taksi," jelas Galih dengan nada sopan. 'Dasar suami aneh! Kenapa dia masih saja sok perhatian?' tanya Rinjani dalam hati.

