Bastian mengangkat pandangannya, menatap istrinya yang menunduk sambil mengunyah sadwich. Lelaki itu kemudian menyingkirkan cangkir kopi, lalu, ikut sarapan bersama Rinjani. Suasana mendadak hening. Tak ada yang mau berbicara, aura dingin mendominasi keduanya. Hingga mereka menghabiskan masing-masing satu potong sandwich. Rinjani merapikan bekas sarapannya, di susul Bastian juga berdiri, bersiap untuk pergi ke kantor. Saat Rinjani kembali ke meja makan, keduaya saling tatap. Hingga Bastian mulai berucap. "Kalau kau sudah tahu pernikahan ini hanya palsu, maka, perankan dengan baik karakter yang kubuat!" Rinjani menatap nyalang ke dua mata Bastian yang menatap penuh kebencian ke arahnya. "Kenapa kau lakukan ini semua, kalau kau hanya ingin balas dendam kepadaku, Bas? Kau masih berpikir,

