bertemu pria tampan n
"kau menyukai pria tampan itu?" Tanya Nancy pelan
Sarah Hazel tersenyum lebar namun matanya tidak beranjak dari pria yang sedang duduk di cafe sendirian
Dia adalah Adrian Smith, semua orang tahu tentang nya dia adalah salah satu pria yang paling kaya di usia muda
Siapa pun akan jatuh cinta meski hanya melihat Jemari Indah nya saja
Sarah bahkan tidak mengedip sedikitpun saat ia menatap wajah Adrian Smith dari kejauhan
Wajah tampan yang membuat Sarah jatuh hati untuk pertama kalinya,
Dia jatuh cinta dan itu baru saja dia rasakan.
Sarah belum pernah merasakan hal tersebut namun kini dia harus menahan perasaan senang nya terlebih bahagia hanya dengan menatap nya saja
Bibir plum nya begitu seksi dan mata nya sangat indah terlebih gerakan slow motion dari Adrian saat menoleh, itu benar-benar luar biasa
Adrian terlampau sempurna hingga membuat Sarah hampir menjerit saat pertama kali bertemu dengan nya.
Sungguh memalukan. batin Sarah
Sarah dan nancy tersenyum lebar ketika pria itu berjalan melewati mereka saat menuju pintu kafe,
Harum aroma maskulin yang menenangkan juga sedikit misterius membuat siapapun akan menghirupnya sambil membayangkan wajah tampan Adrian
Nancy tertawa terbahak-bahak "kau sudah hilang akal? Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu saat Adrian melewati kita" ucap nya
Sarah membuka kedua matanya dan tersenyum lebar
"Aku menyukai pria itu, hari ini..detik ini, dan jika aku boleh tahu, apa di kantor mu ada lowongan pekerjaan? Aku terima jika menjadi asisten pribadi nya" ujar Sarah
Nancy menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir jika sahabatnya bisa memiliki pikiran seperti itu, untuk saat ini tidak ada lowongan pekerjaan sebagai asisten maupun yang lainnya di kantor milik Adrian Smith corporate di mana Nancy sudah bekerja lebih dulu sebagai administrasi.
"Aku tidak peduli apakah di kantormu ada lowongan ataupun tidak, aku akan tetap melamar pekerjaan dan berharap dia akan tertarik padaku" sahut Sarah
Nancy mengerutkan dahinya, matanya menyipit dan wajahnya didekatkan ke arah Sarah
"Dia? Dia siapa maksud mu?" Tanya Nancy tak mengerti
Sarah terkekeh kecil sambil menghembuskan nafas panjang
"Tentu saja Adrian Smith, pria tampan tadi" ujar nya
Mendengar hal itu Nancy membelalakkan matanya karena dia benar-benar tidak percaya bahwa Sarah akan datang ke perusahaan Smith corporate untuk melamar pekerjaan yang sebenarnya sudah tidak ada lagi
Dia datang bukan untuk melamar namun untuk melihat pemilik perusahaan yaitu Adrian Smith
Benar-benar perempuan aneh.
"Apakah sudah hilang akal? Bagaimana bisa kau datang ke perusahaan Smith corporate untuk melamar pekerjaan yang sesungguhnya tidak ada, ayolah Sarah Jangan membuat malu dirimu sendiri" pungkas Nancy
Sarah tidak peduli, dia mencoba mengacuhkan ucapan sahabatnya dan tetap pada pendiriannya untuk melamar pekerjaan di Smith corporate Meskipun tidak ada lowongan pekerjaan disana
"Baiklah kurasa pembicaraan kita Sudah selesai, kau kembalilah ke kantormu sementara aku akan kembali ke pekerjaanku sebagai pemilik toko bakery terlezat di kota ini" ucap Sarah mantab
Nancy menggelengkan kepalanya, Sarah memang memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi, dan itu sangat wajar karena dia memiliki kecantikan yang luar biasa Bahkan dia menjadi idola para pria ketika masih sekolah menengah namun kepopuleran Sarah di sekolah membuatnya kerap kali menolak pernyataan Cinta dari banyak laki-laki.
Dia bukan sombong ataupun berniat menyakiti, hanya saja saat itu Sarah ingin terfokus pada sekolahnya yang dibiayai oleh beasiswa,
Sarah tidak ingin kehilangan beasiswa tersebut... Dia benar-benar membutuhkan itu karena orang tuanya tidak sanggup membayar uang sekolah yang cukup tinggi
Sarah adalah gadis yang sangat cantik Namun sayang dia terlahir di keluarga yang memiliki ekonomi sulit
Itulah sebabnya dia lebih terfokus pada sekolah dan beasiswa daripada memikirkan perasaan bahkan percintaan anak remaja pada kala itu.
Nancy memeluk tubuh Sarah dan meraih tas di atas meja
Baru saja Nancy hendak melangkah, tiba-tiba pergelangan tangan nya di tarik perlahan oleh Sarah hingga membuat gadis itu kembali menoleh
"Ada apa" tanya nya
Sarah tersenyum lebar, "katakan pada bosmu bawa aku menyukai wajah tampan dan sikap misterius nya" bisik Sarah
Nancy menghempaskan tangan Sarah lalu menggelengkan kepalanya
"Kau itu benar-benar sudah hilang akal, meskipun dia adalah atasanku bukan berarti aku mengenalnya secara pribadi... Apa kau lihat tadi? bagaimana dia melewati kita? dia bahkan tidak menyapaku sama sekali, itu pertanda bahwa dia tidak mengenalku, jadi kau jangan banyak berharap kalau aku akan menyampaikan salam mu pada nya" ucap Nancy datar
Sarah tertawa lebar, "aku hanya bercanda Nancy, kau itu" sahut Sarah
Nancy terkekeh kemudian pergi dari kafe tersebut menuju kantor nya yang letaknya hanya 200 meter dari kafe
Begitupun dengan Sarah, gadis cantik itu kembali ke toko bakery milik nya yang dia rintis dengan susah payah untuk membiayai keuangan keluarga yang tidak menguntungkan
Memiliki ayah yang kerap kali berjudi adalah kenyataan pahit yang Sarah harus terima
Keuangan keluarga nya bahkan benar-benar hancur karena permainan adu nasib tersebut.
Namun Sarah tidak mempunyai pilihan lain selain menabung untuk membuka toko roti kecil pinggir jalan agar kehidupan mereka jauh lebih baik
Sarah kini bisa membawa pergi ibu dan adik nya dari sisi sang ayah yang kerapkali bersikap kasar bahkan menyakiti fisik dan perasaan ibu Sarah
Gadis itu menghela nafas panjang kemudian melangkah pergi nan memesan taksi menuju toko roti.
______
Smith Corporate
"Aku menemukan nya" ucap Adrian
"Siapa yang kau maksud tuan" tanya Alvin sang asisten
Adrian berbalik, dia melipat kaki nya lalu menyenderkan punggungnya di sofa empuk miliknya
"Tentu saja Sarah Hazel, gadis b******k yang membuat ku marah setengah mati saat dia mengatakan padaku bahwa dia tidak mencintai ku dan hanya ingin berteman saja ketika aku masih sekolah menengah, sekarang aku menemukan gadis itu lagi, tentu saja aku tidak ingin kehilangan nya untuk kedua kali...bukan karena cinta melainkan pembalasan dendam yang seharusnya dia terima" sahut Adrian tersenyum menyeringai
Alvin terdiam mendengar penjelasan atasan nya
Sementara Adrian hanya tersenyum hampa ketika melihat gedung-gedung bertingkat dari kota Magenta yang cukup ramai
"Lalu..apa rencana mu tuan?" Tanya Alvin
"Entahlah, akan ku pikir kan nanti, tapi untuk sekarang...aku mulai mengetahui jika gadis administrasi itu adalah sahabat nya," ucap Adrian
Alvin mengangguk namun tetap berdiri di hadapan tuan besar nya tersebut
"Cari tahu gadis administrasi itu, ku rasa kita akan menemukan lokasi tempat tinggal Sarah dari nya, usahakan sehalus mungkin karena aku tidak ingin jika Sarah mengetahui jika aku adalah Adrian Russel Crowe" ucap nya
"Baik tuan, akan saya lakukan sesuai perintah anda" jawab Alvin
"Dan satu lagi, pastikan gadis itu tidak mengetahui identitas ku yang sebenarnya" pungkas nya datar