“Iya, kak.” Reno menatap Maya dengan wajah sedih. Maya pun mau tak mau menghampiri Reno. “Ada apa, Om?” “Kamu yang ada apa, Maya?” tanya Reno khawatir. Maya memanyunkan bibirnya.”Pikir aja sendiri, Om.” “Saya bukan Mbah Marjan, enggak bisa baca pikiran.” Maya menahan tawanya.”Mana ada Mbah Marjan, sirup kali ah.” “Maya...kenapa batalin pernikahan? Kamu berubah pikiran?” Maya terdiam beberapa saat, lalu menatap Reno. ”Om nikah aja sama Mpok Leha.” “Waduh, saya kan cintanya sama kamu, Maya,” ucap Reno lembut. Maya menggelengkan kepalanya.”Maya enggak kuat lihat foto Om sama Mpok Leha lagi mesraan di tempat tidur. Ternyata...ini yang dinamakan sakit tapi tak berdarah.” Maya memegang dadanya dengan sedikit drama. “Itu pasti foto editan.” Reno menghempaskan punggungnya ke sandaran kur

