Pagi ini rumah Maya sudah mulai sepi karena semua meminta izin pulang dan akan datang lagi pada hari pernikahan Maya. Emak sedari tadi melirik ke arah kamar Maya. Anak gadisnya itu sedari tadi belum keluar kamar apdahal sudah dipanggil begitu keras saat semua saudara ingin pamit pulang. Karena penasaran Emak pun memutuskan membangunkan Maya lagi. “Maya, kok enggak mau keluar sih?” Emak mengernyitkan keningnya dengan heran di depan pintu. “Kenapa, Mak?” Mirna datang membawa gadis kecilnya di dalam gendongan. “Maya belum keluar, Mir, takutnya kenapa-kenapa. Ini kan sudah hampir siang.” “Mungkin kecapean, Mak, dan stres juga. Biasalah kalau udah dekat sama hari-H itu kan malah main enggak tenang.” Mirna berusaha meyakinkan Emak. “Iya, sih. Ya udah sini Aisyah emak gendong. Emak duduk di

