Bab 21

1247 Kata

Reno pun mengembuskan napas lega saat mobil yang ditumpangi Ibu sudah terlihat. Sebenarnya masih ada satu mobil yang ditumpangi Om Pras, tapi sudah penuh. Lagi pula ia harus datang membawa Ibunya dalam lamaran ini. Kaalu tidak, tidak akan sah acaranya. “Syukurlah.” “Om, udah aman...ayo masuk,” kata Danin ceria. “Kok bisa?” “Pokoknya Om tenang aja. Si Tante enggak bakalan mengganggu lamaran Om malam ini.” “Makasih, Danin, baik banget sih.” “Iya dong, Om.” “Udah yuk, Mang jalan...kita udah telat banget nih,” kata Ibu Reno. “Baik, Bu.” Tangan Maya mulai basah berkeringat. Entah kenapa ia menjadi sangat gugup menunggu Reno dan keluarganya datang. Meski katanya ia tidak menyukai Reno, kenyataannya sekarang ia khawatir lelaki itu tidak datang ke rumahnya. Sudah pukul delapan lewat, teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN