Bab 30

1176 Kata

Terdengar suara tawa Rion dari sana.”Kau apain?” “Tadi kita jenguk Juleha, ya cemburu aja sih.” “Jangan menciptakan api, Ren, wanita itu sensitif. Kau harus lebih peka. Apa lagi, Maya kan anak perawan, biasa memang begitu.” Reno meringis.”Iya, sih, udah lama juga enggak ngadepin perempuan. Jadi agak janggal.” “Ya udah sabar ajalah.” “Thanks.” “Oh ya, mau kasih kabar kalau dalam minggu ini kita enggak bisa ketemuan, soalnya ya...aku sama Randy sibuk.” “Oke, aku juga sibuk kok.” Reno terkekeh. “Iyalah, sibuk bikin anggota keluarga baru. Oke, ya, Ren. Bye.” Rion memutuskan sambungan telepon. Kemudian ia pergi ke kamar dan mengetuk pintu lagi.”Maya....” Maya menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal sembari menutup telinga. Lalu ia membuka pintu dan keluar. “Sayang...sayang.” Reno men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN