59. Tak Pernah Menyangka

1998 Kata

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Darwin untuk mengajak Ahtissa ke rumah kedua orang tuanya pun tiba. CEO dari jaringan hotel dan resort itu sudah selama semingguan ini berada di Surabaya. Lebih memilih mengambil cuti tahunan untuk dipergunakan mendekati wanita yang dijodohkan sang ayah padanya tersebut. Pria itu mulai mempersiapkan diri sejak pagi guna mengatur pertemuan istimewa antara Ahtissa dan Keluarga Gunandra. “Darwin, baru kali ini Papa melihatmu seantusias ini untuk membawa seorang wanita ke rumah. Kau suka dengan Tissa?” tanya Rusli pada sang anak saat sarapan pagi. Darwin mengangguk. “Tentu saja, Pa. Aku suka dengan Tissa. Ingin menjadikannya istriku.” Senyum mengembang di wajah Rusli. “Wah, Papa ikut senang. Syukurlah kalau begitu. Berarti tidak sia-sia jika Papa dan Om G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN