Bab 25 Terjebak

1214 Kata

Alfian membuka matanya perlahan, pening di kepalanya sudah berangsur hilang. Namun apa yang terjadi, matanya membelalak sempurna saat melihat ada kepala yang bersandar di d**a polosnya. "Kemana bajuku? Astaghfirullah, apa yang telah aku lakukan. Kenapa Amira tidur di ranjang bersamaku?" Tangan kanan meremas rambut dan satunya mencengkeram kuat sprei. Alfian memutar ulang ingatannya beberapa jam yang lalu. Memindahkan posisi Amira, Alfian merasa harus pergi mendinginkan pikirannya yang sedang kacau. "Aku tidak melakukan apa-apa pada Amira. Ya, seingatku aku tidak melakukan apa-apa. Aargh." Mencengkeram kuat kemudi mobilnya, Alfian segera menginjak pedal gas dan meninggalkan pelataran rumahnya. "Al, bukankah Alfian tadi pulang kenapa pergi lagi. Sudah sore apa masih ada kerjaan di kamp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN