Di kantor MTG, Devan menyandarkan punggung di sofa ruangannya. Di depannya sudah duduk Nico dan Allex sahabatnya. Melihat wajah gusar bosnya, Nico segera undur diri pada Alex untuk membuatkan dua cangkir kopi. "Kamu kenapa Dev? Wajahmu tampak buruk. Mana ada cewek tertarik kalau kamu seperti itu." "Cihhh, memangnya ada cewek yang tertarik juga sama kamu. Yang ada cuma cewek yang kamu pelet biar jatuh ke pesonamu." Devan mendengkus kesal karena ledekan Alex. Namun Alex justru terbahak. "Gimana MOU-nya sudah beres?" "Sedikit lagi, masih ada poin-poin yang perlu dipertimbangkan. Perangkat lunak dan kasar IT harus dilist lagi mana yang masuk dalam program kerja sama." Baik MTG dan perusahaan ayah Sinta sama-sama bekerja di bidang IT. Perusahaan keduanya melesat sampai ke luar negeri.

