Bab 17 Tunangan

1349 Kata

Bab 17 Tunangan "Dinda, tunggu!" Alfian tidak tega melihat kesedihan di wajah Sarah. Dipegangnya kedua bahu Sarah yang sudah tertunduk mencerna perkataan demi perkataan dari Bu Rena. "Aku janji akan berbicara dengan mami. Kamu tenanglah!" "Kenapa kamu nggak bilang sama aku, Mas. Kamu belum cerita sama mami kalau kita bertemu lagi, kan? Seandainya kamu cerita lebih dulu ke beliau, pasti tidak akan begini hasilnya. Aku memilih mundur lebih dulu." "Jangan bicara seperti itu, Ra!" Alfian membawa Sarah ke dalam pelukannya. Masih di pelataran rumahnya, Alfian berusaha menghibur perempuan yang akan dikenalkan sebagai calon istrinya kepada maminya. Namun harapan tak sesuai kenyataan, mami justru menolak mentah-mentah karena sakit hati di masa lalu. "Aku mau pulang, Mas," ucap sendu Sarah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN