Bab 11 Membuka cerita lama "Ceritanya panjang, sekarang giliranmu dulu dulu kenapa kamu menolak lamaranku? Kenapa juga kamu jalan sama bosmu?" Alfian sudah menghilangkan formalitasnya. Glek, Haruskah aku mengaku pada Mas Alfian? Sarah memutar otaknya berkali-kali. Memilih menunduk, Sarah seperti membuka luka lama yang belum kering saat mengingat masa itu. Terdengar isakan kecil yang mengusik hati Alfian. "Kamu menangis, Ra? Sudahlah, jangan dilanjutkan. Aku tidak tahan melihatmu menangis." Alfian menyodorkan tisu yang ada di meja untuk Sarah. Beberapa menit Sarah bisa menata hatinya. Dia sadar telah melukai perasaan laki-laki sebaik Alfian. Pun juga keluarganya pasti malu atas keputusan sepihaknya. "Waktu itu aku sedang kalut. Aku...." Sarah menjeda kalimatnya dengan menarik napa

