Sesampainya di kos, Sarah merebahkan badannya di ranjang setelah melaksanakan kewajiban sholat Ashar. Mengulang kembali kebersamaan yang baru saja dilewatinya bersama Alfian, Sarah tersenyum simpul. Tidak menyangka secepat ini dia bisa mengobati rindunya yang telah tersimpan lama. Setengah jam waktu yang cukup untuk dirinya istirahat. Badan pun kini terasa lebih segar setelah diguyur air. Menatap diri di depan cermin, Sarah berguman pada dirinya sendiri sambil sesekali tersenyum. "Mas Alfi ternyata masih punya perasaan yang sama seperti aku. Aku berjanji akan memulai hubungan yang baru dengannya. Tapi bagaimana dengan maminya?" Senyum yang tercetak diwajah Sarah pudar. Bibirnya terlukis seperti huruf n. "Kenapa aku jadi banyak pikiran setelah memutuskan memulai lagi hubungan dengan

