Di rumah Alfian, sang ibu tercinta mendatangi kamar putra satu-satunya setelah makan malam selesai. Beliau membawakan segelas sus* karena putranya selalu lupa meminumnya kalau tidak diingatkan. "Ada apa, Mi?" "Al, sedang sibuk, ya?" "Ini Mi, Al lagi nyiapin bahan buat acara seminar besok." "Oh, seminar dari kampus?" "Iya, Mi. Acaranya di hotel bintang lima." Alfian menyesap setengah gelas sus* buatan maminya. "Istri temanmu mau sampai kapan tinggal di sini, Al?" Alfian tertegun dengan pertanyaan maminya. Dia sendiri juga tidak tahu pasti kapan Amira dan Chika bisa meninggalkan rumahnya. "Kenapa, Mi?" "Mami nggak enak sama tetangga. Dia kan istri orang, Al. Mami juga mau kamu segera menikah. Kalau saja dia tidak berstatus istri orang ya Mami bisa bilang alasan masuk akal ke tetangg

