"Masuk!" "Hah, Pak Devan." Tanpa pikir panjang Sarah sudah ditarik tangannya oleh bosnya. "Hufh, aku benar-benar seperti keluar dari kandang macan justru masuk ke kandang singa," batin Sarah seakan menertawakan dirinya sendiri. Seharian menghindari bertemu bosnya, kini pulang justru bersamanya. Beberapa menit sebelumnya, "Halo, Dev. Karyawanmu terlunta-lunta di pinggir trotoar. Aku beri tumpangan nggak mau, wajahnya sudah tak percaya padaku. Si tampan ini ternyata ga menarik bagi dia." "Hahaha, tinggal saja! Biarkan dia merasakan ditelantarkan karena sudah menolak tawaran baikmu." Namun berikutnya Devan teringat pesan ibunya untuk memperlakukan perempuan dengan baik. Jangan sekali-kali menyakitinya. Bayangkan kalau itu terjadi pada adik perempuanmu. Devan menyalakan mesin mobiln

