Bab 15 Cemburu

1224 Kata

Sarah dan Devan masih bertahan di mobil menunggu sampai pasangan dengan membawa satu balita itu pergi dari jangkauan matanya. "Nangis aja, kalau memang mau nangis nggak usah ditahan!" ledek Devan membuat Sarah keluar dari mobil tanpa menggubris bosnya. "Buat apa menangis sia-sia, toh aku belum tahu keadaan yang sebenarnya. Amira bisa jadi memang orang baik memperhatikan penampilan Alfian." Tak ada rasa takut Sarah kalau bosnya bisa saja memecatnya karena bicara tidak sopan. "Biarkan saja kalau dia mau pecat aku, sekalian aku jauh-jauh dari MTG lebih baik," pikirnya. "Hai, Ra!" Teriakan Devan hanya sia-sia saja, Sarah tidak berniat menengok ke belakang. Sarah hanya malambaikan tangannya. Dia segera berlari kecil masuk lobby lewat pintu penghubung parkir basemant. Memilih berjalan meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN