60. Epilog

3354 Kata

Satu tahun kemudian... Ayu menghembuskan napas usai mendengar apa yang baru saja disampaikan ibunya lewat di telepon. Ia memijat pelipisnya sendiri, pusing karena lagi-lagi, sang ibu menelepon hanya untuk memaksanya berkenalan dengan seorang laki-laki pilihannya. "Aku nggak bisa, Ma. Hari ini aku lagi sibuk sama Rafa, kan Mama tau sendiri kalau aku lagi repot sama Rafa yang sebentar lagi mau masuk SMP. Aku nggak punya waktu untuk itu." "Ayolah, Yu. Cuma kenalan aja, Mama nggak enak sama teman Mama karena ini keponakannya. Mama udah terlanjur bilang kalau kamu mau." "Lagian, kenapa Mama langsung bilang begitu sih? Tau sendiri kalau aku belum tentu bisa." "Itu alasan kamu aja. Kalau kamu mau, disempat-sempatin juga bisa. Cuma sebentar kok. Ngopi doang." "Enggak, Ma. Aku mau ke sekolah

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN